Kamis, 13 Juni 2013

pandangan wanita berolahraga


Gagasan bahwa kaum wanita memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama dengan laki-laki mendorong wanita dari segala tingkat dan kalangan untuk lebih berpartisipasi dan menunjukkan kemampuannya dalam bidang olahraga (Fleskin,1974) dalam Sutresna (2001:11). Adanya perubahan tatanan budaya dalam kehidupan bermasyarakat yang diawali dengan pemberian nilai yang sama antra laki-laki dan perempuan dalam kehidupan berkeluarga. Olahraga bahkan dijadikan alat untuk mengeliminir kekurangan yang selama berabad-abad dijadikan lansanan pembedaan kemampuan fisik.
Tatanan budaya yang terjadi di masyarakat pada akhirnya turut merubah pola kehidupan berolahraga bagi kaum wanita, bermunculannya kesadaran para orang tua serta adanya kelapangan dari kaum laki-laki untuk mengakui eksistensi kaum wanita menjadi dasar signifikan yang menggiring sebagian besar anak peremppuan untuk lebih banyak mengambil kesempatan melakukan kegiatan dalam berbagai cabang olahraga. Keengganan serta anggapan bahwa wanita hanya mampu dan pantas memilih cabang-cabang olahrag tertentu semakin luntur dan bahkan pemilihan pada beberapa cabang olahraga keras, seperti sepak bola dan bela dirimenjadi pilihan yang cukup mengasyikan bagi kaum wanita.
Olahraga identik dengan kaum laki-laki. Standar ganda yang berlaku di kalangan masyarakat mensyaratkan bahwa wanita hanya sebagai objek, bukan subjek. (Dorothy Harris, 1987) dalam Sutresna (2001:6). Sebelum datangnya tahun 1970 kaum wanita tidak ikut ambil bagian dalam kegiatan olahraga dengan alasan yang sangat sederhana yakni tidak adanya perkumpulan dan program yang tersedia bagi mereka. Pemikiran seperti iti lambat laun berkurang dan bahkan menghilang, meskipun sebagian besar orang tua belum memiliki pemahaman yang sama terhadap perubahan pola pikir tersebut, kegiatan olahraga sudah mulai menarik minat kaum wanita terutama remaja putri. Kesadaran adanya kesempatan baru yang cukup menantang ini semakin mengundang kehadiran para remaja putri untuk turut mengambil bagian dalam kegiatan olahraga di sekolah.
 
Sutrena, Nina. 2001. Wanita dan Olahraga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar