Rabu, 12 April 2017

PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEHNIK DASAR PASSING SEPAKBOLA

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk ,1) mengembangkan suatu rancangan model latihan latihan tehnik dasar passing sepakbola dan 2) memperoleh data empiris tentang efektivitas hasil model latihan tehnik dasar passing sepakbola Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) yang terdiri dari sepuluh langkah. Langkah-langkah tersebut adalah (1) Analisis kebutuhan dan observasi lapangan, (2) Pengumpulan informasi, (3) Pembuatan produk awal, (4) Evaluasi ahli, (5) Revisi  (6) Uji kelompok kecil mengguanakan 22 subjek, (7) Revisi, (8) Uji coba kelompok besar menggunakan 41 subjek, (9) Revisi produk akhir, (10) Desiminasi. Sampel dalam penelitian ini adalah anak sekolah sepakbola di undip semarang, Dari penelitian dan pengembangan serta prosedur yang dilakukan di atas, dihasilkan produk yaitu model latihan latihan tehnik dasar passing sepakbola yang terdiri dari 30 model latihan  Model latihan tehnik dasar passing sepakbola sedang yang dikembangkan ini  berasal dari saran atau masukan dan evaluasi para ahli, meliputi 3 orang ahli meliputi pelatih sepakbola yang memiliki lisensi A dan sekaligus sebagai dosen yang mengajar mata kuliah sepakbola di fakultas ilmu keolahragaan unnes. Hasil penelitian diperoleh bahwa model latihan tehnik dasar passing sepakbola. Dari hasil uji coba kelompok kecil menyatakan bahwa produk yang dikembangkan sudah dapat diterapkan oleh atlet pada saat latihan sedang akan tetapi masih perlu bimbingan, pada hasil uji coba skala besar dinyatakan bahwa produk yang dikembangkan dapat dilakukan akan tetapi dengan instruksi para pelatih yang menangani sekolah sepakbola pada uji efektifitas produk pengembangan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap model latihan tehnik dasar passing sepakbola. Saran pada penelitian ini yaitu produk ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan bermain khususnya tehnik dasar passing sepakbola
Kata Kunci : Pengembangan, Model, Latihan, Tehnik Dasar Passing Sepakbola
Pendahuluan
Olahraga tidak bisa dipungkiri di era sekarang menjadi sebuah kebutuhan khusus baik untuk orang laki- laki, perempuan, tua, muda, remaja, dan anak – anak sejak dini, siapapun mahluk mahluk hidup semuanya berkebutuhan untuk berolahraga, baik itu diwaktu pagi, siang, sore bahkan malam sekalipun, gejala olahraga di masyarakat kian tahun selalu menunjukan peningkatan secara vertical baik itu olahraga yang bersifat untuk meningkatkan kebugaran, meningkatkan pendidikan, meningkatkan prestasi, bahkan meningkatkan realsi sebagai kawan, hal ini semua sudah berupa fakta di lapangan ketika ada sebuah kegiatan yang sifatnya intern maupun extern selalu ada olahraga yang dijadikan sebagai ujung tombak dalam kelengkapanya, dengan hal itu olahraga sudah menjadi sebuah kebutuhan dalam meningkatkan apapun itu, olahraga dilingkungan pendidikan.
Contohnya bahwa setiap antar perguruan tinggi dalam hal ini diwakili oleh fakultas ilmu keolahragaan seluruh Indonesia selalu ada kegiatan seremonia yaitu unjuk gigi antar alumni dan sumber daya manusia sebagai ajang silatuhrahmi, olahraga di tingkat pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas diadakanaya O2SN baik tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional, olahraga di bawah naungan kementrian diadakan kegiatan olahraga antar kementrian, olahraga di bawah perusahaan diadakanya olahraga tingkat cabang yang ada di kabupaten, olahraga prestasi juga menjadi sosorotan khusus untuk menjajal ajang sebuah pertandingan, baik yang bersifat permainan, maupun individu, olahraga disiapkan sebagai kesinambugan antar umat beragama, budaya, suku dan antar bangsa, olahraga selalu menjadi alat pemersatu dalam perbedaan yang ada, dari hal ini bahwa ternyata olahraga memiliki sebuah makna yang mendalam untuk dikembangkan dan dijaga agar olahraga di dunia tidak lumpuh, tidak buta, dan tidak mati, olahraga yang sangat indah, baik, bermakna dan semua kandungan nilai – nilai itu adalah salah satunya olahraga permainan sepakbola, sepakbola dari zaman kezaman selalu berkembang mulai dari sebuah permainan yang di tontonka, peraturan, skill, kemampuan individu setiap pemain yang tidak pernah bosan.
Hal demikian memang sudah dirasakan semua insan yang bermain, melihat dan menjadi pemimpin dilapangan, sepakbola memiliki banyak tehnik dasar antara lain gerakan tehnik – tehnik tersebut seperti passing, stoping, heading, dribling, shooting, dan masih banyak yang lainya, semua gerakan tehnik dasar tersebut bisa kita lihat pada saat pertandingan dimulai dimana semua pemain yang berjumlah 22 pemain melakukanya dengan baik dan benar mulai dari kiper hingga pemain depan, tehnik dasar passing menjadi keutamaan tehnik dasar sepakbola dalam bermain dan latihan, setiap atlet yang melakukan gerakan tehnik dasar passing sepakbola jika diperhatikan dengan sangat teliti ternyata masih banyak kurang tepat ketika melakukan gerakan tersebut sehinggan hasil dari soloran passingnya tidak akurat, tepat kepada yang dituju, hal ini disebabkan oleh kurangnya sebuah pengalaman yang baru, pengalaman bermain dan latihan oleh si atlet.
Passing bisa dikatakan hal utama karena semua proses terjadinya sebuah permainan yang dikatakan goal, adanya tendangan sudut, adanya pelanggaran semua itu berasal dari gerakan passing apabila passingya bagus maka setiap tim akan mengalami sebuah kemenangan dan apabila setiap tim melakukan gerakan passing yang salah maka tim akan mengalami kekalahan, pembenahan tehnik dasar sepakbola dimulai dari sejak dini pada saat latihan, sehingga setiap pemain memiliki kemampuan yang memadai, setandar dan mapu melakukan gerakan tersebut dengan baik pada saat permainan, latihan menjadi kunci sukses dalam ketercapain disetiap pertandingan, latihan yang berkelanjutan, terpogram dengan baik dan selalu mengalami sebuah pembaharuan dalam memberikan materi maka atlet akan mengalami semangat berlatih, motivasi berlatih, hal – hal tersebut salah satunya adalah model latihan yang diberikan, berbalik dengan keadaan yang ada pada saat latihan pelatih sudah memberikan model latihan namun model – model yang diberikan belum tepat sasaran karna materi yang disampaikan sebenanrnya untuk orang dewasa, remaja, dan junior.
Hasil observasi dilapangan pada saat latihan atlet mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan tehnik dasar passing sepakbola sebesar  50 % pada kenyatan yang lain kondisi berbeda akan berbeda jika dengan model latihan yang diibuat khusus untuk atlet pemula yang memiliki karakteristik yang masih dalam mau berkembang dan tumbuh secara fisik, emosinal dan mental, apabila model yang diberikan kepada atlet pemula belum tepat maka akan terjadi sebuah kesenjangan yang jauh antara pelatih dan atlet, atlet dengan atlet semua ini akan mengalami kebuah kemunduran tidak kemajuan untuk itu perlunya sebuah model latihan passing yang dibuat untuk pemula perlu disiapkan dan di rancang secara khusus didalam program latihan.

Model
Proses pembelajaran merupakan proses yang diatur dengan langkah-langkah tertentu agar pelaksanaannya mencapai hasil yang diharapkan. Langkah-langkah tersebut biasanya dituangkan dalam bentuk perencanaan mengajar. Setiap perencanaan pengajaran juga didasarkan dengan rancangan yang maksimal, oleh karena itu dalam pengajaran sebaiknya menggunakan suatu teori atau model yang tepat sesuai perencanaan awal. Rosdiani, D. (2013: 4) menyatakan “model adalah suatu gambaran tentang suatu yang dapat memperjelas berbagai kaitan diantara unsur-unsur yang ada”. Sedangkan Ambarita, A. (2006: 70) juga menyatakan bahwa “model diartikan sebagai suatu bentuk tiruan dari benda yang sesungguhnya, sehingga memiliki bentuk atau konstruksi dan sifat-sifat lain, yang sama atau mirip dengan benda tiruannya”. Berdasarkan pengertian para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa “model merupakan gambaran yang dapat memperjelas bentuk tiruan dari benda yang sesungguhnya sehingga memiliki bentuk dan sifat-sifat yang sama mirip”. Model juga dapat ditafsirkan sebagai suatu contoh konseptual atau prosedural, dalam rangka memecahkan suatu masalah atau mencapai suatu tujuan.

Pengembangan
Pengembangan dapat diartikan memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada. Model pengembangan merupakan dasar yang digunakan untuk pengembangan produk yang akan dihasilkan. Model pengembangan yang efektif menuntut kesesuaian antara pendekatan yang digunakan dengan produk yang akan dihasilkan. Penelitian yang bersifat pengembangan misalnya, mengembangkan metode mengajar yang telah ada sehingga menjadi lebih efektif. Model Pengembangan pembelajaran berkenaan dengan pemahaman, perbaikan dan penerapan metode-metode dalam menciptakan pembelajaran. Pengembangan pembelajaran merupakan proses perumusan dan penggunaan prosedur yang optimal untuk menciptakan pembelajaran baru. Dalam melakukan pengembangan pembelajaran diperlukan suatu analisis dan model tersebut perlu diuji keefektifannya sehingga model yang dikembangkan dapat bermanfaat. Untuk menganalisis dan menguji keefektifan model tersebut dilakukan penelitian yang dikenal dengan penelitian dan pengembangan (research and development). Menurut Sugiyono (2015: 407) “penelitian dan pengembangan (research and development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tertentu”. Penelitian dan pengembangan pada dunia pendidikan merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk dalam pendidikan dan pembelajaran.

Latihan
latihan adalah aktivitas untuk meningkatkan keterampilan, kemahiran dalam berolahraga, dengan mengunakan berbagai peralatan sesual sesuai dengan tujuan dan kebutuhan cabang olahraganya,sukadiyanto( 2011: 5) latihan juga merupakan perangkat utama dalam proses latihan harian untuk meningkatkan kualitas organ tubuh manusia,sukadiyanto(2011: 5) latihan adalah penerapan dari suatu perencanaan, untuk meningkatkan kemampuan berolahraga yang berisiskan materi, teori dan praktik, sukadiyanto( 2011:6), latihan adalah untuk meningkatkan kinerja atlet untuk tercapainya performance yang diharapkan pelatih harus memperhatikan prinsip- prinsip latihan, johansah lubis( 2013 :11) prinsip latihan meliputi 1) prinsip beban lebah 2) prinsip individualisasi 3) densitas latihan 4) prinsip kembali asal 5) prinsip spesifik 6) perkembangan multilateral 7) prinsip pulih asal 8) variasi latihan 9) volume latihan 10) intensitas latihan 11) asas overkompensasi Harsono (2015 :11-12)

Teknik Dasar Sepakbola
Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik dan terprogram dan dibina oleh para pelatih yang memiliki pengalaman yang memadai agar atlet pemula mengalami kesenangan, dan motivasi yang besar pada saat latihan, Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula. Teknik dasar dalam sepakbola adalah gerakan dalam permainan sepakbola yang berupa gerakan teknik mengumpan/passing, menggiring bola, menendang dan menyundul bola. Kemampuan tentang teknik dasar sepakbola menjadi dasar awal bagi perkembangan kemampuan bermain sepakbola. Beberapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepakbola adalah mengumpan, menendang (kicking), menghentikan atau mengontrol (stoping), umpan panjang, gerakan dan ruang, melindungi bola, membelok, tendangan volley, menggiring (dribbling), menyundul (heading), merampas (tacling), lemparan kedalam (throw in), tackling, shooting dan menjaga gawang (goal keeping). Di bawah ini akan dijelaskan beberapa teknik menendang, menghentikan, menggiring, menyundul dan shooting dalam permainan sepakbola.

Menendang Bola (Passing)
Menendang dengan kaki bagian dalam 
1.   Berdiri menghadap arah gerakan, kedua lengan agak terentang. Kaki bertumpu di samping bola, lutut sedikit ditekuk, kaki diayun ke belakang.
2.   Pandangan terpusat pada bola, putar pergelangan kaki keluar. Tarik kaki yang digunakan menendang ke belakang lalu ayun ke depan, kenakan bola bagian tengah.
3.   Saat menendang menggunakan kaki bagian dalam, pindahkan berat badan mengikuti arah gerakan.
Gambar 1. Menendang Dengan Kaki Bagian Dalam
Description: Description: E:\A.A\TERBARU SEMARANG\passing.jpg







Sumber: Danny Mielke, Dasar-dasar Sepak Bola (Bandung: Pakar Raya 2007)


Metode Penelitian
Metode penelitian pengembangan model latihan tehnik dasar passing sepakbola ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development/ R&D) dari Borg dan Gall yang terdiri dari sepuluh langkah, yaitu (1)Research and information collecting-Includes review of literature, class room observations, and preparation of report of state of the art (2) Planning-Includes defining skills, stating objectives determining course sequence, and small scale feasibility testing (3) Develop preliminary form of product-Includes preparation of instructional materials, handbooks, and evaluation devices (4) Preliminary field testing-Conducted in from 1 to 3 schools, using 6-12 subjects. Interview, observational and questionnaire data collected and analyzed (5) Main product revision-Revision of product as suggested by the preliminary field-test result (6) Main field testing-Conducted in 5 to 15 schools with 30 to 100 subjects. Quantitative data on subjects precourse and postcourse performance are collected. Result are evaluated with respect to course objectives and are compared with control group data, when appropriate (7) Operational product revision-Revision of product as suggested by main field-test results (8) Operational field testing-Conducted in 10 to 30 schools involving 40 to 200 subjects. Interview, observational and questionnaire data collected and analyzed (9) Final revision-Revision of products as suggested by operational field-test result (10) Dissemination and implementation-Report on product at professional meetings and in journals. Work with publisher who assumes commercial distribution. Monitor distribution to provide quality control.
Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk yang dapat digunakan untuk memberikan pengalaman pada tehnik dasar passing sepakbola sebagai gerak dasar melalui latihan sehingga dapat meningkatkan kemampuan skill atau kemampuan tehnik dasar passing sepakbola., dengan langkah-langkah rancangan yang uraian penjelasannya telah dimodifikasi dan diselaraskan dengan tujuan dan kondisi penelitian yang sebenarnya.

Berikut ini langkah-langkah pengembangan borg and Gall:
 

















Dapat diterangkan dari gambar, langkah penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1)      Pertama kali yang ditentukan adalah masalah atau potensi yang menjadi dasar pengembangan model
2)      Selanjutnya dilakukan pengumpulan informasi sebagai landasan pemikiran untuk membuat konsep
3)      Pembuatan model pembelajaran (rancangan produk), bentuk rancangan tersebut adalah model latihan tehnik dasar passing sepakbola
4)      Validasi desain, dilakukan oleh ahli yang bersangkutan,
5)      Revisi, dari hasil uji ahli (validasi desain)
6)      Ujicoba produk, dilakukan dengan mempraktikan model latihan latihan tehnik dasar passing sepakbola 
7)      Revisi hasil uji coba produk
8)      Ujicoba pemakaian atau uji kelompok yang lebih besar, 40 atlet pemula
9)      Revisi produk kedua, revisi dilakukan oleh ahli, guna memperoleh hasil yang sempurna
10)    Model dapat diproduksi


Penelitian Pendahuluan
Penelitian pendahuluan dilakukan dengan studi literatur, studi pengumpulan data lapangan, pengamatan proses, identifikasi permasalahan yang dijumpai serta temuan lapangan. Hal ini dipergunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan untuk mengetahui apakah produk yang akan dikembangkan ini nantinya dipergunakan oleh subjek, artinya model yang dikembangkan oleh peneliti diperlukan atau tidak.Peneliti juga akan melakukan penjajakan dengan subjek penelitian dan tempat penelitian dan pengembangan untuk memperoleh hasil di lapangan. Hasil tersebut akan di analisis sehingga memperoleh kesimpulan data yang sudah terkumpul. Temuan penting yang hendak dideskripsikan dan dianalisis adalah bagaimanakah model (faktual) latihan tehnik dasar passing sepakbola dalam penelitian dan pengembangan ini.

1.   Perencanaan Pengembangan Model
Langkah selanjutnya adalah membuat produk awal berupa rangkaian pengembangan model yang nantinya dapat dijadikan sebagai pedoman atau petunjuk untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas tehnik dasar passing sepakbola, Produk awal tersebut dituangkan dalam model latihan. Pengembangan model latihan diharapkan menjadi produk yang dapat dikembangkan secara sistematis dan logis, sehingga produk ini mempunyai keefektifan dan keefisienan yang layak digunakan. Pada pembuatan produk yang dikembangkan peneliti, peneliti harus mengkonsultasikan produk pada ahli  atau pelatih sepakbola yang memiliki kapasitas sebagai pelatih supaya menghasilkan produk yang sempurna.
2.   Validasi, Evaluasi dan Revisi Model
Langkah selanjutnya dalam penelitian riset dan pengembangan model latihan tehnik dasar passing sepakbola  untuk atlet pemula di sekolah sepakbola adalah:
a.   Telaah Para Pakar (Expert Judgement)
Telaah Pakar dalam model latihan tehnik dasar passing sepakbola  berguna untuk mengevaluasi bagian-bagian dari bentuk model latihan yang perlu diperbaiki, dihilangkan atau disempurnakan, hal ini dilakukan pada hasil rancangan dalam bentuk rancangan tulisan gambar maupun dari teknik peragaan langsung di lapangan saat perancangan model latihan tehnik dasar passing sepakbola. Pakar yang dilibatkan dalam penelitian R and D ini adalah 3 pakar ahli Hasil dari evaluasi dari pakar akan dijadikan masukan dalam menyempurnakan rancangan model latihan fundamental skill sebelum diuji cobakan kepada kelompok kecil.
b.   Uji coba kepada kelompok kecil
Pelaksaan uji coba kelompok kecil dilakukan dengan sampel 20 atlet pemula Tujuan dari uji coba ini untuk mendapat masukan dengan jalan mengidentifikasi dan menyempurnakan produk yang dikembangkan setelah ditinjau oleh beberapa ahli..
c.   Revisi
Hasil masukan dari uji coba kelompok kecil dijadikan bahan untuk memperbaiki model latihan latihan tehnik dasar passing sepakbola  sebelum diuji cobakan lapangan. Hasil yang dilakukan para atlet kelompok kecil merupakan evaluasi yang kedua setelah evaluasi dari para pakar sebelumnya.
d.   Uji Coba Lapangan
Kegiatan selanjutnya adalah melakukan uji coba lapangan atau uji coba kelompok besar, dalam Kegiatan lanjutan penelitian riset dan pengembangan model latihan tehnik dasar passing sepakbola  adalah uji coba lapangan yang dilakukan setelah model latihan dilakukan revisi dari hasil uji coba sebelumnya. Uji coba lapangan dilakukan pada  atlet pemula sebanyak 40 atlet
e.   Revisi
Hasil kesimpulan dari uji coba lapangan merupakan landasan terakhir dari perbaikan dan penyempurnaan produk baru model latihan tehnik dasar passing sepakbola  untuk atlet pemula, Hasil respon dari para atlet (pengamatan) setelah melakukan latihan secara langsung diberikan sebagai masukan evaluasi perbaikan model.
Evaluasi pada tahapan ini merupakan evalusi akhir dari model model latihan tehnik dasar passing sepakbola  untuk anak pemula setelah perbaikan sesuai masukan dari uji lapangan, maka produk model latihan tehnik dasar passing sepakbola  dianggap layak untuk disebarkan atau digunakan.
4.   Uji Efektifitas
Uji coba ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui apakah desain model telah diterapkan dengan baik dan benar oleh pelatih  dan (2) seberapa efektifkah hasil penerapan model terhadap tujuan penelitian ini. Dengan demikian pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencari efektifitas tersebut dengan rancangan penelitian praeksperimen berbentuk the one group pretest-posttest design.
Desain Penelitian dalam Uji Efektifitas Model
Subjek
Pree Test
Perlakuan
Post Test
R
O1
P
O2

Langkah yang dilakukan dalam uji coba ini antara lain; (1) menetapkan kelompok subjek penelitian; (2) melaksanakan pretest (O1); (3) mencoba model yang telah dikembangkan; (4) melaksanakan post-test (O2) (5) mencari skor rata-rata pretest dan posttest dan dibandingkan antar keduanya; (6) mencari selisih perbedaan kedua rata-rata tersebut melalui metode statistik (uji-t) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dari penggunaan model
5.   Implementasi Model
Implementasi produk hasil akhir penelitian riset dan pengembangan model berupa model latihan tehnik dasar passing sepakbola untuk atlet pemula dapat dipergunakan setelah kelayakan dan keefektifan model latihan tehnik dasar passing sepakbola  tersebut di ketahui. dalam beberapa periode tertentu latihan tehnik dasar passing sepakbola di ssb undip semarang. Pengembangan model latihan tehnik dasar passing sepakbola untuk atlet pemula dapat dianalisis kembali dan dijadikan bahan baru untuk penyempurnaan kembali.

Hasil dan pembahasan
Hasil
Hasil dari penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti dengan melihat langsung pada saat latihan, wawancara dengan beberapa pelatih, dan mengamati apa yang dilakukan oleh pelatih pada saat latihan bahwa ketika latihan yang dilakukan belum malakukan pendekatan model latihan yang tepat sasaran dan akurat sesuai karakteristik atlet pemula.
Peneliti merencanakan produk awal yang sesuai dengan kebutuhan dilapangan yang sesuai dengan karakteristik atlet pemula dengan berbagai model latihan tehnik dasar passing sepakbola agar produk tersebut bisa diterima dan dilaksanakan dengan mudah tidak mengalami kesulitan, dan di rujuk kepada beberapa orang yang ahli dibidang sepakbola dan memiliki sebuah kelisesnsian dalam melatih, awal terbentuknya model latihan berjumlah 40 dengan kesiapan yang akan di terapkan, namun pada akhinya model tersebut mengalami keguguran secara kajian, dan pengembangan yang akan disampaikan kepada uji klompok sehinnga model yang dikembangkan berakhir menjadi 30 model yang siap di uji klompok.
 Pengembangan model latihan teknik dasar sepakbola berbasis permainan untuk atlet pemula usia 8-12 tahun ini tertulis dalam bentuk naskah yang menyajikan bentuk-bentuk modifikasi model latihan teknik dasar passing sepakbola.
1.      Penyajian Data Hasil Penelitian (Uji Coba Kelompok Kecil)

Pada tabel di bawah akan disajikan data hasil uji coba kelompok kecil di lapangan yang berupa daftar nilai praktik passing sepakbola yang berisi 9 aspek penilaian kepada 22 atlit di SSB UNDIP.
Tabel 1 Uji Coba Kelompok Kecil

No.
Nama
PASSING
JUMLAH
KLASIFIKASI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
Alvaseena
4
4
3
3
3
3
3
3
3
29
BAIK
2
Fariz Fakri
2
3
4
3
3
3
4
3
3
28
BAIK
3
Andreas Marvel Devara
4
4
3
5
5
4
3
4
5
37
BAIK
4
Zaki A M
3
4
3
3
4
3
4
4
4
32
BAIK
5
Daniswara Ilham Syahputra
3
3
2
3
4
3
4
3
3
28
BAIK
6
Zidane Satria Perkasa
4
4
3
3
3
4
3
4
4
32
BAIK
7
Favian Farrel Rahardian W
4
3
3
3
4
3
4
4
4
32
BAIK
8
Nayaka Al Fatih
4
3
3
3
4
3
3
3
4
30
BAIK
9
Rabbani Abid Istanto
3
3
4
3
3
3
4
4
3
30
BAIK
10
Zaki Shulton Arif
3
3
4
3
4
3
3
4
3
30
BAIK
11
Nauval Adiva Daneshwara
3
3
4
3
3
3
4
4
4
31
BAIK
12
Reyhan Nandana Surya
5
5
5
4
5
4
5
4
4
41
BAIK
13
Raihan Faqih Kurniawan
3
3
4
4
4
3
3
3
3
30
BAIK
14
Hasyim Mahogani
3
3
3
4
3
3
3
3
3
28
BAIK
15
Rakha Rif'at Nazih
2
3
3
3
4
2
3
3
4
27
BAIK
16
Zevan Rasya Putra Adhi
3
3
3
4
4
3
3
3
4
30
BAIK
17
Alvindro Setiyo Ardi
3
4
4
3
4
4
4
3
4
33
BAIK
18
Kaisar Rais Mahya
4
4
4
3
4
3
4
3
3
32
BAIK
19
Nara Bima Satyatama
2
2
3
3
3
3
3
3
3
25
SEDANG
20
Vallent Nabil Mannan
4
3
3
3
3
4
3
3
3
29
BAIK
21
Rionaldo
2
3
3
3
4
4
3
2
4
28
BAIK
22
Lutfi
4
3
3
4
4
3
3
3
3
30
BAIK
JUMLAH
72
73
74
73
82
71
76
73
78
672



2.     Penyajian Data Hasil Penelitian (Uji Coba Kelompok Besar)
Pada tabel di bawah akan disajikan data hasil uji coba kelompok besar di lapangan yang berupa daftar nilai praktik passing sepakbola yang berisi 9 aspek penilaian kepada 41 atlit di SSB DJARUM.
Tabel 2 Uji Coba Kelompok Besar

No.
Nama
PASSING
JUMLAH
KLASIFIKASI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
Dwi Saputra
3
3
4
3
4
3
3
4
3
30
BAIK
2
Teguh
3
3
4
3
3
3
4
4
4
31
BAIK
3
Noval Fitrah
5
5
5
4
5
4
5
4
4
41
BAIK
4
Riko
3
4
4
4
4
4
5
5
5
38
BAIK
5
Vava
3
4
4
4
4
4
5
5
5
38
BAIK
6
Dava
2
2
2
3
3
3
4
4
4
27
BAIK
7
Bagus Adi
3
3
4
4
4
5
5
5
5
38
BAIK
8
Iwan Setiawan
4
4
4
4
4
5
5
5
5
40
BAIK
9
Aril
3
3
3
4
4
4
5
5
5
36
BAIK
10
Priya Widra Utama
3
3
4
4
4
5
5
5
1
34
BAIK
11
Nayyaka
3
3
4
4
4
4
4
5
5
36
BAIK
12
Ahnat
2
3
3
3
3
4
4
4
4
30
BAIK
13
M. Mustaqin
3
3
4
4
4
3
3
3
3
30
BAIK
14
M. Riza Dwi
4
4
3
3
3
3
3
3
3
29
BAIK
15
Farel
2
3
4
3
3
3
4
3
3
28
BAIK
16
Denis
4
4
3
5
5
4
3
4
5
37
BAIK
17
Darsis
3
4
3
3
4
3
4
4
4
32
BAIK
18
Arul
3
3
2
3
4
3
4
3
3
28
BAIK
19
Surya
4
4
3
3
3
4
3
4
4
32
BAIK
20
Ilham
4
3
3
3
4
3
4
4
4
32
BAIK
21
M. Rifky
4
3
3
3
4
3
3
3
4
30
BAIK
22
Noval
3
3
4
3
3
3
4
4
3
30
BAIK
23
Rizky Kurnia
3
3
4
3
4
3
3
4
3
30
BAIK
24
Hakim
3
3
4
3
3
3
4
4
4
31
BAIK
25
Ferdy
5
5
5
4
5
4
5
4
4
41
BAIK
26
Fahrul
3
3
4
4
4
3
3
3
3
30
BAIK
27
Ferdy Johan S.
3
3
3
4
3
3
3
3
3
28
BAIK
28
Dewa
2
3
3
3
4
2
3
3
4
27
BAIK
29
Nanang
3
3
4
3
4
3
3
4
3
30
BAIK
30
Gilang
3
3
4
3
3
3
4
4
4
31
BAIK
31
Hima
5
5
5
4
5
4
5
4
4
41
BAIK
32
Edo
3
4
4
4
4
4
5
5
5
38
BAIK
33
Angga
3
4
4
4
4
4
5
5
5
38
BAIK
34
Isnan
2
2
2
3
3
3
4
4
4
27
BAIK
35
M. Nabilah Fatah
3
3
4
4
4
5
5
5
5
38
BAIK
36
Sandi
4
4
4
4
4
5
5
5
5
40
BAIK
37
Ahmad Arifin R
3
3
3
4
4
4
5
5
5
36
BAIK
38
Abdul Rochim S
3
3
4
4
4
5
5
5
1
34
BAIK
39
Yaya
3
3
4
4
4
4
4
5
5
36
BAIK
40
Bagus
2
3
3
3
3
4
4
4
4
30
BAIK
41
Deni
2
3
3
3
4
4
4
4
4
31
BAIK
JUMLAH
129
137
148
145
156
150
168
170
161
1364


Pembahasan
Berdasarkan perolehan data-data hasil tes di atas dapat disimpulkan bahwa model latihan teknik dasar sepakbola berbasis permainan untuk atlet pemula usia 8-12 tahun layak untuk digunakan serta efektif dalam meningkatkan kemampuan teknik dasar atlet pemula.
Model latihan teknik dasar sepakbola berbasis permainan untuk atlet pemula usia 8-12 tahun ini dibuat oleh peneliti untuk membantu dalam meningkatkan kemampuan teknik dasar atlet pemula usia 8-12 tahun yang berupa teknik passing. Jadi, model latihan ini dibuat memang atas dasar kebutuhan dari atlet pemula usia 8-12 tahun. Oleh karena itu, model latihan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelatih.
Produk ini setelah dikaji mengenai beberapa kelemahan yang perlu pembenahan, maka dapat disampaikan beberapa keunggulan produk ini antara lain:
a)      Dapat meningkatkan kemampuan teknik dasar passing atlet pemula usia 8-12 tahun.
b)      Model latihan ini dapat disusun menjadi seperti circuit training dimana setiap pos berisikan gerak yang sesuai dengan teknik dasar passing.
c)      Model latihan ini dapat disampaikan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik atlet
d)      Selain dapat menstimulus psikomotor atlet, model latihan ini juga dapat menstimulus kognitif dan sikap/afektif atlet.
e)      Atlet dapat merasakan kenyamanan dan kemanan dalam proses pelaksanaan.
f)       Atlet menjadi lebih aktif, dan antusias sehingga tidak menimbulkan kebosanan.
g)      Dapat membantu pelatih dalam menyampaikan materi teknik dasar.
h)      Sebagai referensi latihan dan bahan ajar.
i)       Sumbangan bagi ilmu pengetahuan khususnya untuk sekolah sepakbola.

Kesimpulan dan saran
Pada dasarnya dari model yang sudah sudah direncanakan sebenarnya menurut validasi ahli/justivikasi bisa diterima namun perlu diperhatikan bahwa model harus tersaji dengan mudah dan bisa dilakukan menururut pemahaman atlet, model latihan yang sudah dibuat berawal dari 40 model namun ketika diujicoba melalui klompok kecil mengalami kegururan secara langsung dengan alasan bahwa model tersebut sangat suliti dilakukan oleh atlet pemula, dan belum dilakukan ketika proses latihan berlangsung, model latihan yang sudah mengalami keguguran dan yang masih bisa dipertahankan mengalmi evalusi beberapa hal untuk perlu diperbaiki agar atlet pada saat melakukan uji klompok besar mudah dan suka sehingga mengalami pengalaman yang baik dan menyenangkan.
Pustaka
Ambarita, Alben. (2006). Manajemen Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi
Borg, Walter R. and Meredith D. Gall. (1983). Educational Research: An Introduction, 4th Edition. New York: Longman lnc.
Rosianah, Dewi. (2013). Model Pengembangan Permainan Gobag Sodor Bola Pada Pemb­elajaran Bola Tangan Dalam Penjasorkes Siswa Kelas V Pada Sekolah Dasar. Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 2 No.3. Semarang: Universitas Semarang.
Mielke, Danny. (2007). Dasar-dasar Sepak Bola. Bandung: Pakar Raya.
Gifford, Clive. (2007). Keterampilan Sepak Bola. Yogyakarta: PT. Citra Aji Parama.
Lubis, Johansyah. (2013) Panduan Praktis Penyusunan Program Latihan. Jakarta. Rajawali Pers.
Sukadiyanto dan Dangsina Muluk. (2011). Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung: Lubuk Agung
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta





Tidak ada komentar:

Posting Komentar