Kamis, 01 Desember 2011

makalah olahraga


PENDAHULUAN

Dewasa ini kaum wanita mulai terlibat dalam bidang olahraga dengan menjadi seorang atlet. Partisipasi atlet wanita meningkat sejak 30 tahun terakhir ini (Golden, 2003: 349). Sama dengan atlet pria, tidak dapat dipungkiri atlet wanita dituntut pula untuk berprestasi. Prestasi yang baik didukung oleh aspek-aspek pendukung yang baik,diantaranya adalah kondisi tubuh yang bugar,lingkungan yang kondusif dan lain sebagainya. Dalam konteks olahraga modern, kebugaran fisik memegang aspek yang cukup dominan.
Dalam olahraga jenis permainan seperti halnya bola voli, yang mana olahraga ini menekankan pada peningkatan beberapa aspek, antara lain kesehatan, kegembiraan, pergaulan dan kepuasan. Efek dari kegiatan olahraga ini berimbas pada aktifitas fisik, diantaranya kontrol berat badan, percaya diri, kebugaran, koordinasi motorik, kordiovaskular dan kepadatan tulang.
Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk menganalisis hubungan tingkat kebugaran jasmani wanita dengan olaraga bola voli putri. Adapun rumusan masalah yang ingin peneliti ajukan adalah bagaimana hubungan tingkat kebugaran jasmani wanita dengan olaraga bola voli putri.

PEMBAHASAN
A.    Landasan Teori
1.      Definisi Olahraga
Olahraga adalah salah satu bentuk dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia yang diarahkan pada pembentukan watak dan kepribadian, disiplin dan sportivitas yang tinggi, serta peningkatan prestasi yang dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional. Pemerintah berusaha agar rakyat selalu dalam keadaan sehat dan segar, sebab sehat dan segar adalah gejala awal untuk menuju peningkatan prestasi dan kualitas manusia. Pelaksanaan pendidikan jasmani dan olahraga merupakan sebuah investasi jangka panjang dalam upaya pembinaan mutu sumber daya manusia Indonesia. Hasil yang diharapkan itu akan dicapai setelah masa yang cukup lama. Karena itu upaya pembinaan warga masyarakat dan peserta didik melalui pendidikan jasmani dan olahraga membutuhkan waktu yang relatif lama.
Definisi Kebugaran
Kebugaran fisik dapat diartikan sebagai kapasitas umum untuk menyesuaikan diri dan beraksi dengan baik terhadap kerja fisik. Kebugaran yang penuh dapat dicapai bila komponen komponen kebugaran dapat dipenuhi yaitu stamina, ketahanan baik dalam sistem lokomasi maupun sistem kardiovaskuler, nutrisi dan komposisi tubuh. Selain kebugaran kordivaskuler, untuk mendapatkan kebugaran jasmani secara utuh diperlukan adanya kebugaran otot, kebugaran otot berkaitan dengan kekuatan, volume dan ketahanan otot (Muryono, 2001: 294-297).


2.      Definisi Kebugaran Wanita
Kebugaran wanita adalah suatu kondisi seorang wanita yang dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari tanpa kelelahan yang berlebihan, serta memiliki cadangan kemampuan untuk nhal yang bersifat gawat darurat.
 Macam-macam kebugaran wanita
Tingkat kebugaran dibagi menjadi dua, yaitu kebugaran yang terkait dengan kesehatan (health-related fitnees) dan kebugaran yang terkait dengan ketrampilan (skill-related fitnees). Komponen yang terkait dengan kesehatan umum adalah 1) kebugaran jantung dan paru-paru, 2) kebugaran otot, 3) flesibilitas dan 4) komposisi tubuh. Di lain pihak komponen yang terkait dengan ketrampilan sifatnya khas yaitu sangat tergantung pada profesi seseorang. Secara grafis, dapat dilihat sebagai berikut :
Gambar 1
 Grafis Tingkat Kebugaran
Sumber:Nani Cahyani Sudarsono,2005 (diolah)
B.     Metode Penelitian
Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif, Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (Mohamad Nasir, 1999: 62).
Menurut Eko Budiarto dalam Atiq (2009:23) metode penelitian dengan pendekatan deskriptif adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan penelitian, dan langkah penelitian, yaitu meliputi pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, dan analisis sederhana berupa prosentase.
Dokumen sebagai sumber data dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan, (Moleong dalam Atiq,2009:29). Dokumentasi dipandang banyak memperoleh kegunaan dan keuntungan kegunaan yang diperoleh antara lain 1)untuk menunjukan penemuan ilmiah, 2) berperan sebagai dokumen pembantu untuk melengkapi data primer, 3) bisa memberikan gambaran kasar dari jawaban tertentu, sedangkan keuntungan diperoleh adalah menghemat waktu, memperjelas dasar generalisasinya dan dapat untuk menguji temuan yang diperoleh dari data primer penelitian tersebut. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa dokumentasi literasi.





C.    Hasil Analisis
Dari apa yang telah dipaparkan di atas ada beberapa hasil hubungan tingkat kebugaran jasmani wanita dengan olaraga bola voli putri yaitu antara lain 1) Kontrol berat badan, 2) Percaya diri, 3) Kebugaran, 4) Koordinasi Motorik, 5) Kardiovaskular, 6) Kepadatan tulang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada keterangan berikut ini.
1)      Kontrol berat badan
Prinsip utama dalam menjaga berat badan agar tetap stabil adalah mencapai balance kalori yang negatif, artinya masukan energi diatur sedemikian rupa lebih kecil dari keluaran energi. Namun demikian tentunya perlu diperhatikan kebutuhan minimal tubuh atas jumlah energi maupun komponen sumber energi dan mineral tubuh untuk memenuhi kebutuhan gerak atau aktivitas fisik. Untuk menjaga berat badan dengan olahraga voli dapat dilakukan dengan gerakan passing dan running saat mengejar bola dalam permainan bola voli, gerakan passing yang dapat mengencangkan otot lengan dan gerakan running yang dapat membakar lemak sangat bermanfaat dalam menjaga berat badan.
2)      Percaya Diri
Hasil hubungan tingkat kebugaran jasmani wanita dengan olaraga bola voli putri yang lain adalah percaya diri, karena dengan olahraga bola voli yang dapat mengontrol berat badan seorang wanita maka kondisi fisik yang sehat dan indah dapat menambah kepercayaan diri sebagai seorang wanita dengan fisik yang sempurna.
3)      Kebugaran
Kepercayaan diri  yang lain adalah kebugaran wanita yaitu suatu kondisi seorang wanita yang dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari tanpa kelelahan yang berlebihan, serta memiliki cadangan kemampuan untuk hal yang bersifat gawat darurat. Kebugaran yang didapat karena olahraga bola voli karena kebugaran otot yang terpenuhi oleh gerakan dalam olahraga bola voli, diantaranya gerakan passing, dribling, smash dan running.
4)      Koordinasi Motorik
Koordinasi Motorik memiliki korelasi antara sensor motorik dan sensor numeric pada susunan organ syaraf, dengan adanya gerakan olahraga yang rutin, berupa olahraga voli pada wanita, maka peredaran darah menjadi lancar, sehingga sensor motorik akan membawa asupan Oksigen dan daya edar darah menjadi lancar. Output dari koordinasi ini adalah terbentuknya sistem kerja syaraf yang baik, sehingga dalam kesehariannya wanita ini dapat bekerja secara maksimal dan berhasil kerja secara optimal.
5)      Kardiovaskuler
Kardiovaskuler berhubungan erat dalam pencapaian ketahanan kardiorespirasi. Ketahanan ini tergantung pada kuat tidaknya sel otot, sel ini berfungsi untuk kekuatan dan kinerja tubuh.Bola voli dapat membantu dan bersinergi positif bagi ketahanan sel otot, sehingga disini ada korelasi yang signifikan bagi kardiovaskuler.
6)      Kepadatan Tulang
Kepadatan Tulang memiliki hubungan dengan bola voli, dengan adanya rutinitas bola voli pada wanita, maka jaringan otot akan berfungsi optimal, terutama dengan dribbling, smash dan running, maka tercipta kepadatan tulang yang baik pada tubuh.




KESIMPULAN

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang positif dan signifikan antara kebugaran jasmani wanita dengan bola voli putri, dimana bahwa dengan berolahraga voli secara rutin maka akan tercipta kebugaran tubuh wanita, yang indikasinya adalah kondisi prima pada aspek-aspek antara lain:1) Kontrol berat badan, 2) Percaya diri, 3) Kebugaran, 4) Koordinasi Motorik, 5) Kardiovaskular, 6) Kepadatan tulang. Sehingga, hal ini dapat dijadikan alibi bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.














DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Atiq,2009, “Pembinaan Sepak Bola Wanita di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Boja Kabupaten Kendal”, Tesis (tidak dipublikasikan), Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Anggraeni Wendy Astuti,2009,”Perbandingan Tingkat Kebugaran Siswi Sekolah Bola Voli Putri Tugu Muda Semarang Usia 11-14 Tahun saat Menstruasi dan saat tidak menstruasi”,Skripsi (tidak dipublikasikan), Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro,Semarang.

Golden NH, 2003, Book Review of The Female Athlete, N Eng J Med.
Muryono S,2001, Anatomi Fungsional Sistem Lokomosi, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

Mohamad Nasir, 1999, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nani Cahyani Sudarsono,2005,”Tidak cukup cantik tapi bugar: Olahraga jawabnya”, Makalah disampaikan pada Seminar Kesehatan:All About Beauty and Health yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian dan Penelitian SMFKUI tanggal 10 Desember.

010,Olahraga pada Wanita, diunduh dari www.google.com.pada tanggal 28 Juli 2010 jam 17.08 WIB.

Kamis, 24 November 2011

kondisi fisik dengan bermain

MODEL – MODEL PEMBENTUKAN KONDISI FISIK ATLET OLAHRAGA
Kondisi fisik merupakan hal penting untuk pencapaian prestasi maksimal yang di siapkan melalui program yang jelas,runtut dan sistematis,kondisi fisik tidak harus dengan sarana prasarana yang lengkap dan modern melainkan dengan pola pikir seorang pelatih yang selalu membawa nuansa baru di dunia olahraga untuk pengembangan atlet atau anak didik yang di bina,atlet merupakan cahaya masa depan bangsa baik di tingkat nasional maupun internasional,pembentukan kondisi fisik selalu diawali dengan kapasitas kemampuan atlet yang di awali dengan tes dan pengukuran maupun evaluasi,sebagai pelatih juga harus cerdik membaca satu situasi yang jelas dan menentukan untuk kebutuhan atlet,kondisi fisik yang tepat jelas dan mudah dilakukan oleh atlet harus selalu menjadi asupan-asupan atlet untuk meraih masa depan yang jelas dan terarah sehinga atlet tidak mengalami kebosanan oleh sebab itu pelatih setiap detik,menit,jam dan hari bahkan mingu dan bulan harus selalu berfikir untuk maju dan berkembang menyiapkan program latihan yang bervariatif,kondisi fisik yang dimaksud adalah pembentukan kekuatan, kecepatan, daya tahan, kelentukan,akurasi, koordinasi,keseimbangan,daya ledak,kelincahan, dalam pencapaian kondisi fisik yang berfariatif bisa kita sajikan dan di nikmati dengan bermain yang menyengnangkan mari kita kaji bersama dalam pembentukan kondisi fisik yang tepat dan jelas dalam aktifitas sehinga tidak mengalami cedera otot yang berbahaya,
1.       Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada akurasi,kekuatan otat lengan dan kekuatan otot perut bagian bawah,kecepatan otot tungkai dan koordinasi lengan,perut,tungkai dan seyokjanya mata menjadi control dengan metode posisi start lengan nempel di tanah tungkai di gerakan dari belakang kedepan pandangan ke bawah apbila pandangan tersebut keatas maka akan menyebabkan rasa pusing
2.       Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot lengan,keseimbangan,kecepatan reaksi dan koordinasi lengan tungkai perut dan pandangan focus ke bawah dengan metode tidur tubuh berbalik ke kanan dan ke kiri melakukan posisi pus-up
3.       Pembentukan kondisi fisik yang mengarah ke pada pembentukan kekuatan otot perut bawah tengah dan atas dengan metode posisi tidur menarik kaki dari bawah ke atas dengan tungkai lurus dan badan dari posisi normal di tarik ke bawah dan kembali posisi semula.
4.       Pembentukan kondisi fisik kekuatan otot togok bawah dan atas dengan metode tidur telungkep dan melakukan bek-up pada saat gerkan di jatuhkan baik ke kanan dan ke kiri.
5.       Pembentukan kondisi fisik kekuatan otot togok bagian samping baik kanan,kiri dengan metode posisi duduk tungkai di tekuk badan tidur dan di tarik kanan ke kiri sampai terasa otot pingul merasakan tertarik.
6.       Pembentukan kondisi fisik kecepatan otot tungkai,kekuatan otot perut bagian bawah dan atas dan menghasilkan klentukan koordinasi keseluruhan angota tubuh baik dari atas maupun dari bawan denga metode tidur kedua kaki di angkat ke atas hingan nempel tanah dengan kondisi lurus dan di lanjutkan posisi tungkai kedepan dengan kecepatan reaksi lengan menempel tanah dan melakukakn posisi pus-up.
7.       Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut bagian bawah,kekuatan otot tungkai,daya ledak tungkai dan keseimbangan dengan metode posisi tidur di lengkukan kedepan berdiri dengan tungkai salah satu dan di lanjutkan tungkai yang satu melakukan loncat keatas.
8.       Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai koordinasi keseluruhan tubuh dengan metode posisi pus-up lengan di tekuk dan tungkai yang menjadi penopang ujung kedua kaki dan badan tidak boleh tempel tanah.
9.        Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai koordinasi keseluruhan tubuh dengan metode posisi pus-up lengan di tekuk dan tungkai yang menjadi penopang ujung kedua kaki dan badan tidak boleh tempel tanah posisi kaki di bukak kearah samping berlawanan
10.    Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai,kekuatan otot pingul  koordinasi keseluruhan tubuh dengan metode posisi nyamping kaki bagian atas di angkat setinggi satu kilan tangan masing-masingtubuh tidak boleh menempel tanah.
11.   Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai,kekuatan otot pingul  koordinasi keseluruhan tubuh dengan metode posisi nyamping kaki bagian bawah di angkat setinggi satu kilan tangan masing-masing dan tubuh tidak boleh menempel tanah.
12.   Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut bagian bawah dan tengah,keseimbanggan kekuatan otot lengan dan kecepatan tungkai dengan metode posisi tidur lengan nempel tanah pantat di angkat dan tungkai di angkat baik setinggi kilan tangan dan di bukak lebar kea rah yang berlawanan.
13.    Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai,kekuatan otot pingul  koordinasi keseluruhan tubuh dengan metode posisi nyamping kaki bagian bawah di angkat dan untuk kaki yang sebagai penopang di angkat teman sehingga peningkatan tercapai.
14.   Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut bagian bawah dan tengah,keseimbanggan kekuatan otot lengan dan kecepatan tungkai dengan metode posisi tidur lengan nempel tanah pantat di angkat dan tungkai di angkat baik setinggi kilan tangan dan yang menempel di angkat teman begitu sterusnya hingga berlawanan.
15.   Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kekuatan otot perut kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai,kekuatan otot pingul  koordinasi keseluruhan tubuh dengan metode posisi nyamping kaki bagian bawah di angkat setinggi satu kilan tangan masing-masing dan tubuh tungkai yang menempel ketanah di angkat temanya sehinga ada peningkatan dalam latihan.
16.   Pembentukan kondisi fisik yang mengarah kepada kelentukan otot lengan ,kekuatan otot lengan keseimbangan tubuh pada saat jalan lari dan lompat, dan pembentukan daya tahan tungkai,kekuatan otot perut kekuatan otot bahu dengan metode pus-up di tempat mengankat lengan ke atas dan jalan ke depan.
17.    

Sabtu, 19 November 2011

vetnam pulang kampung

hari ini ibu pertiwi menjadi saksi keberhasilan tim nas garuda terbang untuk meraih mendali emas pada saat lawan malasya hari senin lusa,papua menjadi bagian terpenting dalam pemanduan bakat atlet khususnya sepak bola,keberhasilan tim merah putih tidak lepas dari kecerdasan pak rahmad yang selalu menjadi setrategi jitunya,semoga indonesia selalu sukses kedepanya,

Kamis, 17 November 2011

olahraga baru

OLAHRAGA TENIS WOOD SCOKER
Olahraga merupakan hal yang penting untuk setiap manusia oleh sebab itu olahraga tenis wood scoker cocok dan sesuai karakteristik daerah kita masing-masing, olahraga ini murah meriah bisa dimainkan dimana saja dan kalangan apa saja baik laki-laki maupun perempuan muda dewasa maupun tua sebagai kebugaran jasmani rohani sehinga dengan bugar sehat bisa menghasilkan karakter yang positif dan menguntungkan lingkungan setempat,,adanya olahraga ini disebabkan satu pemikiran yang ada di lingkungan  masyarakat mahasiswa  untuk memajukan daerah atau kampus setempat yang selama ini daerah tersebut masih belum berhasil dan bugar, masih ketergantungan pada daerah lain atau pemerintah,untuk memajukan
 Olahraga tenis wood scoker memang banyak kendala namun sebaliknya olahraga ini merupakan hal yang baru dari perpaduan dan rangkaian olahraga tenis,sepakbola,wood ball,olahraga ini masih bersifat ide,gagasan,aplikasi pemikiran penulis yang ingin memajukan dan menciptakan prodak untuk memajukan tempat atau daerah dengan asupan/unsure-unsur hal-hal yang perlu dikembangkan,olahraga tenis wood scoker secara ilmial perlu pemikiran lebih dalam  dan perlu diaplikasikan secara bertahap sehing muncul analisis dan alternatif yang tepat untuk kemajuan olahraga tenis wood scoker.
Olahraga tenis scoker merupakan olahraga yang bisa di realisasikan di tingkat kurikulum baik SD, SMP, SMA DAN UNIVERSITAS yang ada keolahragaanya. Dengan adanya olahraga tenis scoker baik siswa maupun mahasiswa harus lebih kreatif dan cerdik membaca satu situasi yang ril dan bisa dilakukan dimana saja,olahraga tenis wood scoker alat / media / modifikasi hasil prodak  yang baru untuk wahana pembelajaran siswa-siswi di tingkat pendidikan, olahraga ini mudah, dan tidak mengunakan biaya yang mahal cukup bermodal bola tenis,gawang dari kayu,dan empat pemain bisa laki-laki atau perempuan,dan di awasi oleh 4 wasit karena segal tehnik mengunakan sol sepatu bola tidak melebihi pingul pemain apabila itu terjadi maka dikatakan pelangaran.
Olahraga tenis wood scoker tidak terhadang ruang dan waktu dan tidak berbahaya yang bisa mengakibatkan kecelakaan pada seseorang pada saat melakukan olahraga tenis scoker, siswa, mahasiswa,atlet yang mau meraih prestasi tinggi bisa kita arahkan untuk mncoba dan melatihkan olahraga ini di tinjau dari apaun olahraga hal yang baru dan sesuai dengan kemampuan anak-anak baik di tingkat SD, SMP,SMA dan mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi,olahraga tenis scoker belum begitu difahami oleh anak-anak dan semua manusia dikarenakan motorik dalam melakukan olahraga ini.
Olaraga ini dilkukan dengan mengunakan sol sepatu dan ketika bola dikuasi oleh lawan tidak boleh di rebut namun di dilay setengah posisi dari lawan yang menguasai,dalam permainan ini bola tadak boleh melebihi di atas pingul pemain yang melaksanakan permainan ketika salah satu bola bisa mencetak goal bola langsung di mulai dari bawah,lapangan yang digunakan dalam permainan ini seluas lapangan tenis baik dari panjang maupun dari lebarnya,
Peraturan-peraturan pertandingan olahraga tenis wood scoker
a.      Untuk manajemen tim
1.      dimainkan 4 pemain tidak ada penjaga gawang
2.      jumlah keseluruhan 8 pemain
3.      1 pelatih
4.      1 medis
5.      1 manajer
b.      Untuk pertandingan
1.      Luas lapangan panjang 20m lebar 10m
2.      Lebar dan tinggi gawang 10cm 5cm
3.      Gawang terbentuk dari get/kayu yang tebal yang sudah
4.      Jarak tendangan pinalti 3m
5.      Tendangan sudut dan tendangan out mengunkan kaki bagian soul
6.      Ketika salah satu mengalami ketertingalan poin(goal) bola langsung dimainkan dari belakang
7.      Bola yang dimainkan tidak boleh di rebut melainkan memanfaatkan kesalahan lawan pada saat melepaskan bola ke rekan tim
8.      Jarak paling dekat stengan langkah dari lawan yang menguasai bola dan yang mau merebut bola
9.      Wasit 5 inti 4 dan cadangan 1
c.      Tehnik-tehnik dasar tenis wood scoker
1.      Passing
2.      Control
3.      Shoting
4.      keping
5.      selding
6.      intersep
d.      Fisik-fisik tenis wood scoker
1. Kecepatan
2. kekuatan
3. kelentukan
4. daya ledak
5. akurasi
6. daya tahan
7.koordinasi
e. taktik tenis wood scoker
1. bertahan
2. menyerang

program latihan lompat tinggi


Hari
Pukul
Program
Senin
15,30-17,15
Kecepatan 20m x 1
Daya tahan 50mx 1
Daya ledak pleo metric 30m x4
Kelentukan kesamping 30x 2
Kelentukan togok belakang tahan di tempat 30 detik
Keseimbangan 20 x2
Kordinasi lengan dengan tungkai 20x2
Per repetisi kasih istirahat denyut nadi jangan nyampek di bawah 70
Selasa
15,30-17,15
Anda melatih dengan alat ulang semaksimal mungkin sebanyak 20 x
Rabo
15,30-17,15
Kecepatan 20m x 1
Daya tahan 50mx 1
Daya ledak pleo metric 30m x4
Kelentukan kesamping 30x 2
Kelentukan togok belakang tahan di tempat 30 detik
Keseimbangan 20 x2
Kordinasi lengan dengan tungkai 20x2
Per repetisi kasih istirahat denyut nadi jangan nyampek di bawah 70
Kamis
15,30-17,15
Anda melatih dengan alat ulang semaksimal mungkin sebanyak 20 x

Program jangka pendek 3-tiga mingu